28/01/2023
正月七 hari ketujuh dari bulan pertama penanggalan Imlek dinamai 人日rén rì, secara harfiah adalah “Hari Manusia” dan dianggap sebagai hari ulang tahun seluruh umat manusia.
Menurut legenda Tiongkok, 女娲 nǚwā adalah dewi yang menciptakan dunia. Terdapat beberapa versi mengenai legenda berkaitan dengan 女娲. Salah satunya adalah seperti dibawah ini.
Menurut legenda, Nǚwā menciptakan hewan-hewan tertentu pada hari yang berbeda-beda, karena dia kesepian dan ingin hewan-hewan itu untuk menemaninya. Pada hari ketujuh setelah penciptaan dunia, Nǚwā menciptakan manusia dari tanah liat kuning. Dengan kekuatan ilahi yang dipercayakan kepadanya, Nǚwā membuat patung-patung tanah liat menjadi manusia hidup.
人日rén rì adalah hari ketika semua manusia satu tahun lebih tua dan hari itu dirayakan dengan menyantap makanan tertentu, sesuai dengan asal usul orang berasal / etnis.
Bahan-bahan masakan memiliki makna simbolis dan semua bahan-bahan masakannya harus berguna buat meningkatkan kesehatan.
Bagi komunitas 客家人Kèjiā rén alias suku Hakka / Khek,
年第七 nián dì qī (Hakka: nyan cho chit) “dirayakan” dengan menyantap tujuh macam sayur mayur. Dapat dikatakan bahwa 七样菜 qī yàng cài (Hakka: chit nyong chai) alias tujuh macam sayur adalah “yú shēng” suku Hakka yang khusus dimasak guna merayakan 人日rén rì!
Sesuai namanya, dalam 七样菜, tak ada campuran bahan makanan lain selain sayur mayur. Daging-dagingan seperti seafood, ayam, sapi, babi dan lainnya tidak ada. Bumbu penyedap masakan (garam, lada) masih diperbolehkan.
七样菜 hanya disantap bersama keluarga pada hari ketujuh bulan kesatu penanggalan Imlek. Sayur-mayur yang dimasak itu juga tidak asal sayur. Sayur hijau yang batangnya kosong alias tidak padat, seperti jenis kangkung, tidak dapat digunakan sebagai campuran 七样菜 qī yàng cài.