Warjok.ST

Warjok.ST Warung Nongkrong
Makan
Ngopi
Ngeteh.

Menu baru Warjok.ST  Nasi Goreng ayamNasi Goreng babat          nasi goreng daging
19/08/2022

Menu baru Warjok.ST
Nasi Goreng ayam
Nasi Goreng babat
nasi goreng daging

Ayam Penyet ! Nikmati Hanya di .st 24 jam !
09/08/2022

Ayam Penyet !

Nikmati Hanya di .st 24 jam !


Maklor Puas ! Nikmati Hanya di .st 24 jam !
08/08/2022

Maklor Puas !

Nikmati Hanya di .st 24 jam !

Promo Soto Tauco 5 Ribu !!ST
03/08/2022

Promo Soto Tauco 5 Ribu !!
ST

Tempe penyet !Promo OPENING ! Monggo silahkan mampir..Nikmati promonya di GoFood !!3 Agustus 2022 .ST                   ...
02/08/2022

Tempe penyet !

Promo OPENING !

Monggo silahkan mampir..

Nikmati promonya di GoFood !!

3 Agustus 2022

.ST


**ga

OPENING ! Monggo silahkan mampir..Cicipi makanan dan minuman kami.Nikmati promonya di GoFood !!3 Agustus 2022 .ST       ...
02/08/2022

OPENING !

Monggo silahkan mampir..
Cicipi makanan dan minuman kami.

Nikmati promonya di GoFood !!

3 Agustus 2022

.ST


OPENING ! Monggo silahkan mampir..Cicipi makanan dan minuman kami.Anda Puas,kami Senang !Nikmati promonya di GoFood !!3 ...
02/08/2022

OPENING !

Monggo silahkan mampir..
Cicipi makanan dan minuman kami.

Anda Puas,kami Senang !

Nikmati promonya di GoFood !!

3 Agustus 2022

Mohon luangkan,Bacalah! Kita kaya b**g ! Jangan diam, bangun !
08/08/2017

Mohon luangkan,Bacalah!
Kita kaya b**g !
Jangan diam, bangun !

Pidato Terbaik B**g Karno, tentang Imajinasi dan Membangun Mimpi demi Tujuan Tujuan Besar Bangsa ...

Pidato B**g Karno di Semarang, 29 Juli 1956 mengajak bangsa Indonesia memiliki pikiran pikiran besar, tujuan tujuan besar dan sadar akan sejarah, sadar kekuatan bangsa sendiri, paham kekayaan bangsa sendiri, lalu menciptakan mimpi dan kemudian dengan kerja keras diwujudkan.

Baca dan Pahami pidato B**g Karno di dalam alam pikir kalian, dan banggalah kalian memiliki tanah yang cantik ini, negara yang luar biasa kaya ini, lalu mencintai Republik ini dengan seluruh hati...

Sekali lagi renungkan pidato B**g Karno ini dengan sepenuh penuhnya hatimu...

"Saudara-saudara,
Djuga sadja pernah tjeritakan dinegara-negara Barat itu hal artinja manusia, hal artinja massa, massa.

Bahwa dunia ini dihidupi oleh manusia. Bahwa manusia didunia ini, Saudara-saudara, "basically" - pada dasar dan hakekatnja - adalah sama; tidak beda satu sama lain. Dan oleh karena itu manusia inilah jang harus diperhatikan. Bahwa massa inilah achirnja penentu sedjarah, "The Makers of History". Bahwa massa inilah jang tak boleh diabaikan ~ dan bukan sadja massa jang hidup di Amerika, atau Canada, atau Italia, atau Djerman, atau Swiss, tetapi massa diseluruh dunia.

Sebagai tadi saja katakan: Bahwa "World Prosperity", "World Emancipation", "World Peace", jaitu kekajaan, kesedjahteraan haruslah kekajaan dunia : bahwa emansipasi adalah harus emansipasi dunia; bahwa persaudaraan haruslah persaudaraan dunia ; bahwa perdamaian haruslah perdamaian dunia ; bahwa damai adalah harus perdamaian dunia, berdasarkan atas kekuatan massa ini.

Itu saja gambarkan, saja gambarkan dengan seterang-terangnja. Saja datang di Amerika,- terutama sekali di Amerika - Djerman dan lain-lain dengan membawa rombongan. Rombongan inipun selalu saja katakan : Lihat, lihat , lihat, lihat!! Aku jang diberi kewadjiban dan tugas untuk begini : Lihat, lihat, lihat!! - Aku membuat pidato-pidato, aku membuat press-interview, aku memberi penerangan-penerangan; aku jang berbuat, "Ini lho, ini lho Indonesia, ini lho Asia, ini lho Afrika!!"

Saudara-saudara dan rombongan : Buka mata, Buka mata! Buka otak! Buka telinga!

Perhatikan, perhatikan keadaan! Perhatikan keadaan dan sedapat mungkin tjarilah peladjaran dari pada hal hal ini semuanja, agar supaja saudara saudara dapat mempergunakan itu dalam pekerdjaan raksasa kita membangun Negara dan Tanah Air.

Apa jang mereka perhatikan, Saudara-saudara? Jang mereka harus perhatikan, bahwa di negara-negara itu - terutama sekali di Amerika Serikat - apa jang saja katakan tempoh hari disini " Hollandsdenken " tidak ada.

"Hollands denken" itu apa? Saja bertanja kepada seorang Amerika. Apa "Hollands denken" artinja, berpikir secara Belanda itu apa? Djawabnja tepat Saudara-saudara "That is thinking penny-wise, proud, and foolish", katanja.

"Thinking penny-wise, proud and foolish". Amerika, orang Amerika berkata ini, "Thinking penny-wise" artinja Hitung……..satu sen……..satu sen……..lha ini nanti bisa djadi dua senapa `ndak?........ satu sen……..satu sen……… "Thinking penny-wise"………"Proud" : congkak, congkak, "Foolish" : bodoh.

Oleh karena akhirnja merugikan dia punja diri sendirilah, kita itu, Saudara-saudara, 350 tahun dicekoki dengan "Hollands denken" itu. Saudara-saudara, kita 350 tahun ikut-ikut, lantas mendjadi orang jang berpikir "penny-wise, proud and foolish".

Jang tidak mempunjai "imagination", tidak mempunjai konsepsi-konsepsi besar, tidak mempunjai keberanian - Padahal jang kita lihat di negara-negara lain itu, Saudara-saudara, bangsa bangsa jang mempunjai "imagination", mempunjai fantasi-fantasi besar: mempunjai keberanian ; mempunjai kesediaan menghadapi risiko ; mempunjai dinamika.

George Washington Monument misalnja,
tugu nasional Washington di Washington, Saudara-saudara : Masja Allah!!! Itu bukan bikinan tahun ini ; dibikin sudah abad jang lalu, Saudara-saudara. Tingginja! Besarnja! Saja kagum arsiteknja jang mempunjai "imagination" itu, Saudara-saudara.

Bangsa jang tidak mempunjai : imagination" tidak bisa membikin Washington Monument. Bangsa jang tidak mempunjai "imagination"………ja, bikin tugu, ja "rongdepo", Saudara-saudara. Tugu "rong depo" katanja sudah tinggi, sudah hebat.

"Pennj-wise" tidak ada, Saudara-saudara. Mereka mengerti bahwa kita - atau mereka - djikalau ingin mendjadi satu bangsa jang besar, ingin mendjadi bangsa jang mempunjai kehendak untuk bekerdja, perlu p**a mempunjai "imagination",: "imagination" hebat, Saudara-saudara.

Perlu djembatan? Ja, bikin djembatan……tetapi djangan djembatan jang selalu tiap tiap sepuluh meter dengan tjagak, Saudara-saudara, Ja , umpamanja kita di sungai Musi…….Tiga hari jang lalu saja ini ditempatnja itu lho Gubernur Sumatera Selatan - Pak Winarno di Palembang - Pak Winarno, hampir hampir saja kata dengan sombong, menundjukkan kepada saja "ini lho Pak! Djembatan ini sedang dibikin, djembatan jang melintasi Sungai Musi" - Saja diam sadja -"Sungai Ogan" - Saja diam sadja, sebab saja hitung-hitung tjagaknja itu. Lha wong bikin djembatan di Sungai Ogan sadja kok tjagak-tjagakan !!

Kalau bangsa dengan "imagination" zonder tjagak, Saudara-saudara !!

Tapi sini beton, tapi situ beton !! Satu djembatan, asal kapal besar bisa berlalu dibawah djembatan itu !! Dan saja melihat di San Fransisco misalnja, djembatan jang demikian itu ; djembatan jang pandjangnja empat kilometer, Saudara-saudara ; jang hanja beberapa tjagak sadja.

Satu djembatan jang tinggi dari permukaan air hingga limapuluhmeter; jang kapal jang terbesar bisa berlajar dibawah djembatan itu. Saja melihat di Annapolis, Saudara-saudara, satu djembatan jang lima kilometer lebih pandjangnja, "imagination", "imagination" "imagination"!!! Tjiptaan besar!!!

Kita jang dahulu bisa mentjiptakan tjandi-tjandi besar seperti Borobudur, dan Prambanan, terbuat dari batu jang sampai sekarang belum hancur ; kita telah mendjadi satu bangsa jang kecil djiwanja, Saudara-saudara!! Satu bangsa jang sedang ditjandra-tjengkalakan didalam tjandra-tjengkala djatuhnja Madjapahit, sirna ilang kertaning bumi!! Kertaning bumi hilang, sudah sirna sama sekali. Mendjadi satu bangsa jang kecil, satu bangsa tugu "rong depa".

Saja tidak berkata berkata bahwa Grand Canyon tidak tjantik. Tapi saja berkata : Tiga danau di Flores lebih tjantik daripada Grand Canyon. Kita ini, Saudara-saudara, bahan tjukup : bahan ketjantikan, bahan kekajaan. Bahan kekajaan sebagai tadi saja katakan : "We have only scratched the surface " - Kita baru `nggaruk diatasnja sadja.

Kekajaan alamnja, Masja Allah subhanallahu wa ta'ala, kekajaan alam. Saja ditanja : Ada besi ditanah-air Tuan? - Ada, sudah ketemu :belum digali. Ja, benar! Arang-batu ada, Nikel ada, Mangan ada, Uranium ada. Percajalah perkataan Pak Presiden. Kita mempunjai Uranium p**a.

Kita kaja, kaja, kaja-raja, Saudara-saudara : Berdasarkan atas "imagination", djiwa besar, lepaskan kita ini dari hal itu, Saudara-saudara.

Gali ! Bekerdja! Gali! Bekerdja! Dan kita adalah satu tanah air jang paling cantik di dunia.

22/06/2017
Kami segenap warga Negara Indonesia yang sangat mencintai penerus  Bangsa tidak setuju dg adanya Pendidikan dg cara "men...
18/06/2017

Kami segenap warga Negara Indonesia yang sangat mencintai penerus Bangsa tidak setuju dg adanya Pendidikan dg cara "mengekang" .

Saya sebenarnya kuatir dengan sistem pendidikan full day, bangsa ini punya takdir melahirkan anak anak bangsa berjiwa seniman, berjiwa "art" dan juga jiwa petualang, semustinya ini yang harus di eksplorasi, bukan malah didekam di ruangan dengan waktu yang panjang dan dipaksa menerima literasi secara dikte.

Ajaklah anak anak bangsa ini melihat laut, melihat pantai pantainya, melihat gunung gunungnya, anggaran pendidikan kita amat besar, untuk pameran di frankfurt saja saat Anies Baswedan jadi Menteri anggarannya, berani keluar duit 200 milyar. Padahal dengan anggaran trilyunan itu, terapkanlah ajaran luar ruang, ajak anak anak didik naik kapal PELNI melihat Indonesia, ajaklah mereka agar bertemu dengan anak anak dari daerah lain, ajarkanlah mereka saling mengenal dan saling paham atas tiap budaya yang tumbuh. Disitulah inti pendidikan multikultural yaitu "Menciptakan Ruang Pertemuan".

Yang kurang dalam pendidikan kita adalah Pendidikan Multikultur, bila Paulo Freire mengungkapkan bahwa problematika terbesar adalah menjadikan "Pendidikan" sebagai penjara kehidupan, pendidikan adalah alat untuk melakukan "manusia dekat dengan dirinya", pendidikan harus berorientasi humanis, pada akhirnya manusia tidak terasing dengan dirinya sendiri. Pada dasarnya manusia memiliki kehendak dasar "Pembebasan" dalam dirinya, ajarkanlah tiap anak membebaskan dirinya, dari apa yang ia ingin pahami, pedagogi dengan dasar pendidikan ala Pabrik sudah tidak laku lagi dalam alam perkembangan anak anak di abad informasi ini.

Sekarang lihatlah, betapa anak anak Indonesia terasing dengan realitas bangsanya, di tengah bangsa yang majemuk ini, banyak anak bangsa kita melihat ini sebagai "kutukan atas homogenitas", anak anak bangsa ini tidak bisa melihat betapa indahnya tanah air kita, betapa kaya-nya tanah ini, betapa kaya-nya budaya-nya.

Pendidikan luar ruang menjadi amat penting, agar anak anak ke depan bisa berani melihat realitas, bukan dikungkung narasi pelajaran yang mendikte. Hanya negara negara yang dibudaki oleh Kapitalisme dan Etatisme saja yang menerapkan pendidikan "dalam ruang" yang brutal secara waktu.

Pendidikan pada dasarnya adalah "mengantarkan" bukan "memaksa" manusia menjadi dirinya sendiri. Pendidikan yang didikte pada ukuran ukuran nilai subjektif hanya menjadikan manusia berjiwa budak atas ilmu pengetahuan, tapi tidak berjiwa bebas.

Bukankah Ki Hadjar Dewantoro, di tahun 1922 pernah berkata bahwa "Pendidikan yang baik adalah mencintai alam lingkungan di sekitarnya, mengenali manusia sebagai manusia, dan membangun budaya dari dalam hatinya". Inilah prinsip dasar Pendidikan Taman Siswa, dan saya menyayangkan dalam bicara pendidikan kita kerap lupa mengutip ajaran Taman Siswa, padahal pola pendidikan Taman Siswa yang disepakati sebagai "dasar dasar nilai pendidikan kaum Republik"...

(Ditulis : Anton DH Nugrahanto).

2016 ya
27/04/2017

2016 ya

Kawasan Pantura Alas Roban Kabupaten Batang Jawa Tengah | Wisata Batang | Berita Batang | Persibat Roban Mania

09/04/2017

Address

Sebelah Masjid Al Azhar Wirosari, Sambong. Batang
Batang
51212

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Warjok.ST posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Warjok.ST:

Share

Category