28/09/2021
ARABIKA KOMASTI DI KAWASAN DANAU TOBA.
Pernah dengar kopi Arabika Varietas Komasti?
Varitas Kopi Unggul Nasional (SK No 199/Kpts/SR.120/7/2014) yang sedang digemari dan banyak ditaman di sentra kopi Indonesia sekarang ini?..
Serangan karat daun (Hemileia Vastatrix B et Br.) masih menjadi kendala utama dalam pengembangan kopi arabika di Indonesia. PUSLITKOKA ( Pusat Penelitian Kopi dan Kakao) telah meliris varietas kopi arabika tahan karat daun yang diberi nama KOMASTI ( Komposit Andungsari Tiga).
Varietas komasti dirakit secara bertahap oleh Puslitkoka.
Menurut Dr.ir.Surip Mawardi,SU, sesepuh kopi Indonesia, Peneliti senior dan pemuliaan tanaman, dibutuhkan waktu selama 27 tahun meneliti, mendesain sampai melepas varietas komasti ini, menjadi varietas unggul Nasional.
Proses yang sangat panjang, diawali dengan pemilihan genotipe genotipe yang tahan dan memiliki produktifitas tinggi sebagai sumber gen (gene pool), kemudian ditingkatkan menjadi gene pool potensial.
Seleksi dilakukan di kebun percobaan malang dan gayo dalam kurun waktu 1992-1996. Dari sekian banyak genotipe, terpilih 136 genotipe potensial yang terdiri dari keturunan Varietas Catimor dari Columbia, Costarica, dan Queensland. Serta bastar F2 persilangan Catimor dan S 1934. Selain itu juga persilangan tiga lintas antara varietas Catura Red, Lini S 795, dan Catimor. Seleksi dan pengujian untuk memilih beberapa genotipe calon penyusun populasi komposit tahan penyakit karat daun dilakukan di KP Andungsari yang merupakan daerah endemik penyakit karat daun.
Uji saring ketahanan penyakit karat daun juga dilakukan dengan cara inokulasi buatan di laboratorium, dengan metode cakram daun, menggunakan isolat yang paling virulen, diambil dari varietas Kartika dicampur dengan varietas Typica.
Hasil akhir dari seleksi dari 6 composit ( com 8,com 29, com 34,com 79,com 99 dan com 130 ) Menghasilkan varietas unggul yang berproduksi banyak bercitara exellent ( sangat baik) dan tahan terhadap penyakit karat daun.
Puslitkoka telah meliris benih Komasti untuk publik dan sudah menyediakan kebun benih di KP Andungsari, yang bisa memproduksi 8.4juta benih/tahun.
Varietas Komasti sendiri baru diperkenalkan ke Publik pada periode 2013-2014.
Di sentra kopi Indonesia varietas Komasti sudah banyak di tanam.
Di Kawasan danau toba sendiri sudah ratusan ribu bahkan sudah diatas 1 juta benih ditanam yang diperkenalkan dan disupport oleh Starbucks Farmer Support Center ( SFSC) Berastagi, Kabupaten Karo, pusat edukasi kopi untuk kelompok tani dampingan Starbuck. Pak Surip sendiri adalah Kepala Agronomis Starbuck FSC.
Daerah dampingan SFSC banyak di kabupaten Karo, Simalungun, Dairi, Samosir
Dan Taput.
Group kami sendiri di desa Nagasaribu, kecamatan Lintong nihuta, Humbahas, sedang menanam ribuan varietas Komasti ini dikebun kopi Batuharang, yang benih nya kami beli sendiri dari Puslitkoka Jember.
Menanam varietas unggul seperti Komasti tanpa meninggalkan varieties unggul lokal, seperti Sigarar utang,Lini S 795 ( Jember), USDA 762 (Onan ganjang), Lasuna, Typica Tapanuli, supaya cita rasa Kopi Arabika Sumatera Lintong itu tetap terjaga.
☕️KOMASTI ( Komposit Andungsari Tiga)
👉Campuran 6 genotipe kopi arabika tipe katai terpilih ( Com 8,Com 29,Com 34,Com 79,Com 99,Com 130)
👉Type Tumbuh:Katai ( Pendek)
👉Pola Tanam: Pagar Ganda Segitiga (PGS), Pagar Tunggal.
👉Produksi 2.1 ton/ha (Populasi 2000 pohon/ha
👉Tahan terhadap Karat Daun.
👉Umur produktif 25 Tahun.
👉Citarasa Excellent
👉Saran penanaman >1000 mdpl, Type iklim B, C, D ( Schmidt -Ferguson )
👉Pohon penaung Lamtoro PG79
👉Varietas Nasional SK No:199/kpts/SR. 120/7/2014
Ayo menanam Kopi
Citarasa Excellent.
Meningkatkan produksi dan menjaga mutu.
Sumber Info
Puslitkoka-Jember, Bapak Surip Mawardi.
Editor : Gani Silaban ( Petani Kopi Lintong)