08/04/2022
Surprise! Acara Lauching buku “Absolute Coffee” oleh penulis Prawoto Indarto] dihadiri bpk. Wakil Bupati Didik Gatot Subroto bersama jajaran dinas terkait . Di hari ke-4 Ramadhan Rabu, 6 April 2022 pukul 16.00 WIB di yang diadakan .
Usulan menarik dari penulis buku Prawoto Indarto] agar Harjo Kuncaran Sumber Asin Malang diberikan akses yang mudah karena adanya satu bangunan bersejarah tempat di mana bibit kopi Robusta yang didatangkan dari Belgia untuk diteliti dan di kembangkan di Malang.
Yang lebih menarik lagi dari adalah upayanya agar kopi Dampit mendapatkan sertifikasi indikasi geografis. Mengingat sejarah panjang kopi Dampit yang telah dikenal dalam skala Internasional sejak jaman Belanda, selayaknya kopi Dampit mendapat dukungan dari berbagai pihak untuk mendapatkan sertifikasi untuk bisa bersaing dengan kopi-kopi di kancah dunia.
Yang menarik p**a, antusias dari berbagai kalangan untuk kopi Malang dengan dikembangkannya kopi liberika (sudah mulai langka), arabika dan robusta dalam satu wilayah. Menarik untuk lebih dikaji dari sektor budidaya kopi di tingkat hulu. Bukan perkara mudah untuk mengembangkan tanaman kopi di era saat ini dengan “Climate Change”, perubahan cuaca ekstrim yang menjadi tantangan utama tanaman kopi berkembang dengan baik. Dari Tumpang sedang dibudidayakan dan pemberdayaan kopi Taji. Kopi, bagi penggiat kopi dan penikmatnya sering dianggap sebagai “ngopeni”/ menghidupi. Seberapa kopi dapat menghidupi kita. Eksistensinya tidak pernah bisa dianggap remeh. Indonesia sebagai penghasil kopi terbesar ke-4 dunia, tetapi konsumen kopi lebih rendah dari negara-negara lain yangbtidak mengjasilkan kopi. Kita seakan hidup di lumbung kopi yang kaya akan akan aroma, cita rasa dan kualitas. Tetapi kita sering kali tidak menikmati kopi terbaik milik kita sendiri. Butuh kerjasama yang baik dari berbagai sektor dan meningkatkan potensinya dari berbagai faktor. Tidak hanya pengetahuan atau keahlian mengelola kopi, tetapi butuh kesadaran bersama, tindakan nyata dan menyelaraskan persepsi kita untuk menjadikan kopi “ngopi” benar-benar menjadi “ngopeni”.