19/01/2024
Saat pertama kali kita memulai hubungan, sebenarnya ada banyak hal yang harus di pertimbangkan. Dari mulai perbedaan bahasa, dan hal besar yang lainnya. Tapi aku menaruh kepercayaan padamu, dan menaruh harapan pada Tuhan. Bahwa ; Hal-hal yang aku pikir mustahil itu bisa menjadi mungkin.
Aku melangitkan banyak doa perihal kita yang ingin hidup bersama, meski aku tidak pernah tahu hubungan kita akan berakhir sampai di mana, entah berakhir dengan kata you are my husband atau justru berakhir dengan kata you are my friend.
Kita tidak bisa memastikan endingnya akan seperti apa, yang kita tahu ; Sekarang kami sama-sama tidak menginginkan perpisahan, tapi juga enggan saling mengecewakan.
Kamu tahu saat aku menegaskan batasan-batasan tertentu? Karena aku takut bukan aku seseorang yang di takdirkan untukmu, meski saat ini kita terhubung satu sama lain, bukan untuk bermaksud menyakitimu berkali-kali.
Kita tidak perlu mengakhiri semuanya terlalu cepat, meskipun itu baik untuk kita. Sebab aku pikir, kita perlu memperjuangkannya bersama-sama. Seperti katamu ; Kamu akan melakukan segalanya untukku, dan ketika kamu tidak mampu untuk menempuhku, maka mau tidak mau kita harus ikhlas melepas ikatan, meski aku tahu itu akan sangat menghancurkan.
Sekali lagi aku mempercayaimu, dan berkata ; Datanglah saat kamu mampu, dan aku tidak akan memaksamu ketika kamu tidak mampu membawaku untuk hidup bersamamu. Dan ya, aku memahami situasi, bahkan aku memintamu untuk berjanji bahwa saat kita tidak bisa bersama-sama, kita akan tetap menjalin hubungan pertemanan dengan baik, agar perpisahan tidak menjadikannya asing. Kamu sendiri menyetujui itu, karena tidak bertakdir bukan berarti hilang komunikasi.
Kemudian kamu bertanya ; Apakah aku akan membiarkanmu mengecewakanku, saat kamu tidak mampu menemuiku?
Aku menjawab ; Tentu saja, aku membiarkanmu mengecewakanku, karena itu bukan kesalahanmu tapi karena keadaan yang membutmu menyerah. Bahkan, bisa saja aku yang akan mengecewakanmu terlebih dulu. Tapi aku berkata ; Aku berdoa untuk kesuksesanmu, dan mendukungmu untuk tetap optimis. Aku hanya mau kamu berusaha dulu, masalah mampu atau tidaknya, semuanya sudah di atur Tuhan. Aku sangat menghargaimu, aku akan menunggumu sampai batas waktu tertentu. Masih ada beberapa tahun, jadi jangan menyia-nyiakan waktu untuk kamu berusaha, dan aku selalu berpesan untuk melibatkan Tuhan dalam kisah kita, karena dengan bersama-Nya (Allah) semuanya akan di permudah. Semoga Tuhan menerima doamu, dan Aamiinku.
Aku tidak bisa mengatakan apapun lagi selain aku mencintaimu.
Jika pada akhirnya, bukan aku seseorang yang akan menjadi your wife, it doesn't matter. Setidaknya kita pernah sama-sama mencintai, dan perihal kita abadi dalam setiap aksara yang tertulis.
Dan aku berharap, penggantiku adalah seseorang yang jauh lebih besar cintanya dari pada sosokku yang mencintaimu dengan sangat sederhana, karena aku tidak ingin mendengarmu terluka saat aku sudah berbahagia dengan orang lain. Aku ingin kita bahagia, meskipun kita tidak menjadi teman hidup, seperti apa yang sudah pernah kita bayangkan.
_JEN CHARR