Kedai A² Berkah

Kedai A² Berkah nikmat Tuhan yg mana lagi yg kau dustakan. innama'al usriii yusroo

Bismillahirrahmanirrahim..Rezeki itu tidak akan tertukar ataupun di ambil orang. Rezeki itu sudah tertakar masing" orang...
16/03/2024

Bismillahirrahmanirrahim..
Rezeki itu tidak akan tertukar ataupun di ambil orang. Rezeki itu sudah tertakar masing" orang dari pencipta alam semesta. innama'aluusri yussroo 😇

Betul gak❓❓❓⁉️☺️

Bismillahirrahmanirrahim...Apapun itu yg penting halal yah🤗Semangat para pencari cuan☺️
23/02/2024

Bismillahirrahmanirrahim...
Apapun itu yg penting halal yah🤗
Semangat para pencari cuan☺️

😇
21/01/2024

😇

21/01/2024
Up
21/01/2024

Up

Saat pertama kali kita memulai hubungan, sebenarnya ada banyak hal yang harus di pertimbangkan. Dari mulai perbedaan bah...
19/01/2024

Saat pertama kali kita memulai hubungan, sebenarnya ada banyak hal yang harus di pertimbangkan. Dari mulai perbedaan bahasa, dan hal besar yang lainnya. Tapi aku menaruh kepercayaan padamu, dan menaruh harapan pada Tuhan. Bahwa ; Hal-hal yang aku pikir mustahil itu bisa menjadi mungkin.

Aku melangitkan banyak doa perihal kita yang ingin hidup bersama, meski aku tidak pernah tahu hubungan kita akan berakhir sampai di mana, entah berakhir dengan kata you are my husband atau justru berakhir dengan kata you are my friend.
Kita tidak bisa memastikan endingnya akan seperti apa, yang kita tahu ; Sekarang kami sama-sama tidak menginginkan perpisahan, tapi juga enggan saling mengecewakan.

Kamu tahu saat aku menegaskan batasan-batasan tertentu? Karena aku takut bukan aku seseorang yang di takdirkan untukmu, meski saat ini kita terhubung satu sama lain, bukan untuk bermaksud menyakitimu berkali-kali.

Kita tidak perlu mengakhiri semuanya terlalu cepat, meskipun itu baik untuk kita. Sebab aku pikir, kita perlu memperjuangkannya bersama-sama. Seperti katamu ; Kamu akan melakukan segalanya untukku, dan ketika kamu tidak mampu untuk menempuhku, maka mau tidak mau kita harus ikhlas melepas ikatan, meski aku tahu itu akan sangat menghancurkan.

Sekali lagi aku mempercayaimu, dan berkata ; Datanglah saat kamu mampu, dan aku tidak akan memaksamu ketika kamu tidak mampu membawaku untuk hidup bersamamu. Dan ya, aku memahami situasi, bahkan aku memintamu untuk berjanji bahwa saat kita tidak bisa bersama-sama, kita akan tetap menjalin hubungan pertemanan dengan baik, agar perpisahan tidak menjadikannya asing. Kamu sendiri menyetujui itu, karena tidak bertakdir bukan berarti hilang komunikasi.

Kemudian kamu bertanya ; Apakah aku akan membiarkanmu mengecewakanku, saat kamu tidak mampu menemuiku?

Aku menjawab ; Tentu saja, aku membiarkanmu mengecewakanku, karena itu bukan kesalahanmu tapi karena keadaan yang membutmu menyerah. Bahkan, bisa saja aku yang akan mengecewakanmu terlebih dulu. Tapi aku berkata ; Aku berdoa untuk kesuksesanmu, dan mendukungmu untuk tetap optimis. Aku hanya mau kamu berusaha dulu, masalah mampu atau tidaknya, semuanya sudah di atur Tuhan. Aku sangat menghargaimu, aku akan menunggumu sampai batas waktu tertentu. Masih ada beberapa tahun, jadi jangan menyia-nyiakan waktu untuk kamu berusaha, dan aku selalu berpesan untuk melibatkan Tuhan dalam kisah kita, karena dengan bersama-Nya (Allah) semuanya akan di permudah. Semoga Tuhan menerima doamu, dan Aamiinku.

Aku tidak bisa mengatakan apapun lagi selain aku mencintaimu.

Jika pada akhirnya, bukan aku seseorang yang akan menjadi your wife, it doesn't matter. Setidaknya kita pernah sama-sama mencintai, dan perihal kita abadi dalam setiap aksara yang tertulis.
Dan aku berharap, penggantiku adalah seseorang yang jauh lebih besar cintanya dari pada sosokku yang mencintaimu dengan sangat sederhana, karena aku tidak ingin mendengarmu terluka saat aku sudah berbahagia dengan orang lain. Aku ingin kita bahagia, meskipun kita tidak menjadi teman hidup, seperti apa yang sudah pernah kita bayangkan.

_JEN CHARR

🌿🌿🌿🌿🌿😍😍
18/01/2024

🌿🌿🌿🌿🌿😍😍

SAUDARA KAYA DI PUJA…SAUDARA MISKIN DI HINA…• Tentang Saudara Miskin •"Yayah... nanti lusa kemari. Orang-orang Jakarta m...
18/01/2024

SAUDARA KAYA DI PUJA…
SAUDARA MISKIN DI HINA…

• Tentang Saudara Miskin •

"Yayah... nanti lusa kemari. Orang-orang Jakarta mau pada pulang." Begitu kata Emak memberi titah.

Aku paham betul maksud perkataan Emak.
Orang orang Jakarta itu adalah keluarga besar kakak lelakiku.

Mereka akan mudik kesini ke rumah emak.
Aku seperti biasa jika ada acara keluarga di rumah emak, maka akulah yang harus bertugas bersih-bersih rumah, menggiling padi, menangkap ikan di kolam, memotong berekor-ekor ayam, membersihkannya, memasak makanan untuk anak cucu cicit emak.

Kang Alimudin, kakak tertuaku seorang pejabat kepolisian di Jakarta sana. Anak-anaknya pun terbilang sudah sukses. Semuanya lulusan universitas terkemuka. Karirnya pun bagus bagus. Ada yang jadi PNS, ada yang punya travel, ada yang pengusaha, ada yang jadi juragan kontrakan. Sungguh membuat aku takjub.

Ketika Kang Alimudin dan keluarganya datang, maka bisa dipastikan keluarga yang lainnpun datang. Kami senang sebagai adik adiknya sebagai keluarganya karena Kakakku selalu royal pada kami. Selalu memberi oleh oleh yang jarang kami temui di kampung.

Kang Alimudin pun memang paling senang, jika ketika dia datang adik adiknya berkumpul semua di rumah emak.

Hari ini pun tiba, 10 September 1999.
Orang-orang jakarta katanya sedang di perjalanan, dan aku telah sibuk sedari subuh.
Membersihkan rumah emak, mencuci piring-piring, mengosek kamar mandi dan menanak nasi.

"Yah, ini sudah Emak ikatkan karung padi nya. Cepat antar ke penggilingan. Takut kurang nanti berasnya."
Suara Emak dari lumbung padi.
Semacam ruangan yang isinya berkarung karung padi hasil panen.

"Iya Mak, sebentar Yayah matiin dulu tungku"

Setelah memastikan bara api di kayu bakar mati, aku bergegas menghampiri emak.

Menjungjung sekarung penuh padi di atas kepalaku dan membawanya ke tempat penggilingan yang jaraknya sekitar 1kilo dengan berjalan kaki.

Berat dikepalaku sudah tak kurasakan. Aku sudah terbiasa.

Aku, Yayah Sopiah anak keenam dari 7 bersaudara. Dari 7 bersaudara inilah mungkin aku anak emak yang paling tak punya.

Suamiku dulu sering merantau di kota. Menjadi tukang kredit. Saat itu perekonomian kami tidak terlalu buruk walau masih jauh dari kata cukup. Tapi semenjak sakit sakitan beliau pulang dan memutuskan untuk bertani.

Kami punya 3 petak sawah pemberian almarhum bapak yg tak terlalu luas. Hasil dari bertani beberapa petak sawah itupun tak begitu menghasilkan.

Terkadang hanya cukup untuk makan.
Atau jika hasil panennya dijual untuk biaya sekolah anak anak kami, maka tak jarang kami makan singkong dengan sayur lompong.

Tapi aku berusaha untuk tak mengeluh.
Aku selalu berusaha bersyukur apapun keadaan kami.

Anak anak kami, Nurjanah kelas 1 SMP, Siti kelas 4 SD dan si bungsu Ani baru 5 tahun.
Mereka anak anak yang solehah dan mandiri.
Tak pernah mengeluh dengan keadaan orangtua mereka.

Rumah kami berjarak sekitar 2kilo dari rumah emak. Rumah semi permanen yang dengan susah payah kami bangun. Sebenarnya disamping rumah emak, kakak kedua dan ketigaku tinggal. Tapi untuk urusan seperti ini emak tak berani meminta tolong kepada mereka. Akulah yang selalu melakukannya.

Tak mengapa, karena kadang emak akan memberikanku beberapa liter beras dan sayur mayur. Apalagi kalau ada keluarga kakakku aku pasti bakal dikasih beberapa lembar uang baik oleh kakakku ataupun anak anaknya.

Mungkin orang mengira aku pamrih.
Iya bisa jadi, karena tak kupungkiri dalam lubuk hatiku sering mengharapkannya. Makanan yang akan aku bungkus utuh untuk aku bawa pulang. Disantap bersama anak anak dan suamiku.

Selalu terbayang dimataku keahagiaan mereka ketika mereka makan buah apel, pir, anggur,buah buahan yang tak pernah mereka makan. Atau mungkin gulai, sate, kue bolu dan makanan lezat lainnya.

Terbayang wajah si bungsu yang pasti melompat - lompat bahagia.
Dan untuk uang, tentu saja akan kupakai untuk bekal dan biaya sekolah anak anak.

Bersambung....

Penulis: Nai Yati

Address

Kelurahan Pentadu Kecamatan Paguat
Paguat
96265

Telephone

+81369538943

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kedai A² Berkah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Kedai A² Berkah:

Share

Category