28/01/2022
HARAPAN YANG TAK KUNJUNG MATANG
Beberapa tahun yang lalu, popularitas kopi sedang tinggi-tingginya. Berawal dari mulai dikenalnya manual brew yang menarik perhatian masyarakat khususnya generasi milenial dengan berbabai macam keunikan cara menyeduh kopi, kemudian munculnya kopi susu dengan berbagai macam quote yang tak kalah menyita perhatian masyarakat generasi senja. Tak lupa kedai-kedai kopi yang instagramable melengkapi hype kopi, mulai muncul disetiap sudut kota.
Dengan semakin meningkatnya popularitas kopi, tentunya menarik perhatian banyak orang. Baik untuk mencicip dan mengenal lebih jauh tentang kopi, ataupun terjun langsung sebagai pelaku industri kopi. Semakin banyak orang yang menaruh harapan pada kopi, mulai dari hanya sebagai sampingan, sampai fokus hanya di kopi.
Lalu apakabar para pelaku industri kopi, seiring berubahnya tren kopi, serta popularitasnya di masyarakat? Layaknya tren pada umumnya, perubahan adalah hal yang tidak bisa dihindari. Meskipun tren sebelumnya tidak sepenuhnya ditinggal, popularitasnya tentu turun dan tak setinggi sebelumnya. Sebagian besar beralih ke tren yang baru. Bagi yang tidak mengikuti tren, tentu akan ketinggalan. Yang pandai membaca tren, bisa jadi selangkah lebih maju dan menjadi leader market.
Berharap pada sesuatau bukanlah hal yang salah. Justru harapan adalah pemicu bagi kita untuk membuat perencanaan, melaksanakannya untuk mewujudkan harapan tersebut. Tapi bagaimana jika harapan tersebut tak kunjung menjadi kenyataan? Bisa jadi, ada yang belum tepat bagaimana kita membuat perencanaan dan melaksanakannya. Atau memang mungkin harapan itu sengaja dibuat setinggi-tingginya bahkan hampir mustahil untuk menjadi kenyataan, karena dengan begitu kita akan terus berproses menjadi lebih baik disetiap tahapnya. Siapa yang tahu?
Ngomong-ngomong punya harapan apa nih kalian kedepan? Tulis yuk dikomen. Boleh terkait tentang kopi, ataupun yang lain. Siapa tahu nanti yang disini membantu mengamini harapan-harapan tersebut dan akan segera menjadi kenyataan.