08/10/2013
Rowan Atkinson “Mr Bean” Masuk Islam?
Tiga
hari
ini,
berita
Rowan
Atkinson
masuk
Islam
tersebar
di
dunia
maya.
Pemeran
Mr
Bean
itu
dikabarkan
masuk
Islam justru setelah melihat film yang
menghina Nabi Muhammad shallallahu
‘alaihi wasallam. Namun, ada yang aneh dari
berita tersebut.
Berita Rowan Atkinson “Mr Bean” masuk
Islam mulanya dilansir oleh sebuah situs
berbahasa Arab, sadabladi.com, Senin (30/9).
Selain mengabarkan film menghina Nabi
sebagai alasan utama Rowan Atkinson “Mr
Bean” masuk Islam, situs itu juga
menyebutkan kemungkinan bahwa Sheikh
Rashid Ghannouchi adalah “mentor” di balik
keislaman Mr Bean.
Dengan judul “Komedian terkenal Mr Bean
masuk Islam –video-“, sadabladi menarik
cukup banyak pengunjung. Sayangnya, video
Youtube yang disematkan di situs itu tidak
lebih dari beberapa tulisan dan sebuah
gambar Mr Bean mengangkat jari.
Setelah sadabladi merilis berita masuk
islamnya Mr Bean, situs berikutnya yang
berperan menyebarluaskan berita itu adalah
sebuah situs Israel israellycool.com. Kedua
situs tersebut bukanlah situs populer.
sadabladi hanya menempati urutan 490.988
dalam rank alexa global. Sedangkan
israellycool menempati urutan 263.441
menurut situs terpercaya dalam memberikan
peringkat berdasarkan traffic itu.
Sementara itu, situs-situs berita Inggris
belum ada satupun yang memberitakan
masuk Islamnya Mr Bean. Sedangkan
halaman “Mr. Bean” di Facebook yang diikuti
47 penggemarnya, hingga berita ini dimuat
juga tidak mengabarkan tentang hal tersebut.
Sebelumnya, pada Februari lalu Paus
Benediktus XVI juga diberitakan masuk
Islam. Modusnya juga mirip dengan berita Mr
Bean masuk Islam ini. Sebuah foto Paus
Benediktus XVI tampak bersedekap
dijadikan “bukti” Paus sedang shalat,
padahal dalam video lengkapnya ia hanya
berdiri dengan tangan seperti itu saat
mengunjungi Masjid Birru di Turki.
Belajar dari berita hoax sebelumnya, umat
Islam –terutama media Islam- diminta untuk
tidak "gegabah" memastikan berita tokoh
terkenal masuk Islam tanpa adanya
konfirmasi yang jelas atau pernyataan
langsung dari tokoh tersebut. Sebab, adanya
berita hoax dari umat Islam bisa
dimanfaatkan kalangan anti-Islam untuk
menjustifikasi bahwa umat Islam s**a
menyebarkan berita palsu.